Midnight



Pertengahan malam tepat 15 cm di depanku, hal yang selalu ada didalam kenyataan malamku bahwa aku sering melalui hal ini di setiap malamku. Melihat waktu berputar dan sesekali menikmati indahnya hidup ini, tercipta untukku dan tidak ada habisnya.

Tapi sering kali pertengahan malam, air mataku tak tertahan untuk membasuhi pipi. Kau tau apa itu ? sekali lagi ini tentang cinta yang seperti mengeliliku, menyayangiku dan terbiasa mengikatku seerat mungkin dan membuatku terkunci kepedihan yang biasa menyerang.


Aku suka saat aku sendiri, karena saat itu pula aku bisa melakukan apa pun yang ku inginkan, melantunkan ayat suci Al Qur'an dengaan kedamaian hati yang kudapatkan saat itu, bersujud, meminta dan mengeluarkan keluh kesahhku.

tapi, saat kepenataan yang saat ini datang aku tak bisa memungkiri bahwa aku butuh untuk berkomunikasi denganmu, membicarakan hal sepele setidaknya hatiku bisa nyaman untuk sesaat. Aku bisa merasa bahwa saat ini aku tidak sendiri di dunia.

Mengenalmu, menakjubkan hanya nama yang terukir dan terpatri dengan jelas, tapi rasa yang ada terkadang timbul dengan jalur yang tak bisa aku mengerti. Sungguh aku terkadang bingung kenapa ada rasa seperti ini yang selalu mencoba mengenalku, terkadang mengusikku dan menentramkan dengan waktu yang selalu membungkusnya.

Ada banyak kata yang ingin kucapkan kepadamu, ada banyak yang ingiin kuceritakan padamu saat hatiku gundah tapi yang kuterima adalah aku harus bersabar bahwa aku tak bisa berkomunikasi denganmu saat aku menginginkan itu

Yang ada, aku hanya menulis ini atau bahkan mendengarkan lagu bisa jadi aku mencoba tidur dan mencoba melangkah pelan meninggalkan cerita malam ini yang membuatku teriris untuk sesaat.

Apakah ini sudah tepat untuk aku menerimamu kembali ? mungkin kau benar, mungkin seharusnya kita saling mengetahui saja tanpa harus memilih untuk membuat suatu keputusan hubungan yang menyakitkan saat dijalani.

Aku ingin berteriak, aku ingin aku ingin tapi dunia ini mengekangku, membuatku harus menjaga sesuatu yang sama dimiliki oleh setiap wanita dengan kodrat yang sudah diciptakan untuk kami.

Aku adalah perempuan, aku bisa apa? aku hanya bisa menunggu,aku hanya bisa memperbaiki kualitas diriku agar aku bisa pantas untukmu. Menjaga kualitas diri bahwa aku punya kepribadian yang harus ku jaga. menjaganya dan tersadar bahwa hidup ini bukan hanya di dunia, ada akhirat yang akan dijalani lebih dari ini

Penulis : Ririn Puspitasari ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Midnight ini dipublish oleh Ririn Puspitasari pada hari Kamis, 29 Mei 2014. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Midnight
 

0 komentar:

Posting Komentar